Tanggal 28 April 2012 pukul 08.00 WIB, lorong kelas barat diliputi oleh keramaian dan keceriaan dari anak - anak SMADA yang akan mengikuti salah satu lomba untuk memperingati Hari Kartini, yaitu Lomba Wiru Jarit.
| Cantik kan hasil make over Arum dan Zella?! |
Lomba yang diikuti oleh seluruh kelas X dan kelas XI ini menuntut siswa untuk kreatif dan variatif dalam mengkreasikan jarit atau dalam Bahasa Indonesia disebut kain yang bercorak batik menjadi sebuah rok yang sangat cocok dan menawan untuk dipasangkan dengan kebaya. Ketika lomba telah dimulai, semua peserta yang telah menetap di stan mereka masing - masing sesuai dengan yang ditentukan oleh panitia lomba mulai beraksi menggunakan keahlian mereka meracik sebuah jarit menjadi pasangan paling manis untuk kebaya sebagai atasannya. Peserta yang terdiri dari tiga orang anggota, yaitu dua orang sebagai perias dan pendesain jarit serta satu orang sebagai modelnya ini diberikan waktu sekitar dua jam untuk merias wajah dan membuat variasi penataan cantik jarit yang akan digunakan oleh sang model, yang kemudian diikuti oleh periasan sang model. Walaupun lomba tersebut tidak diikuti oleh salah satu wakil dari kelas X dan XI, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para peserta lomba untuk terus bersemangat dan serius dalam lomba yang juga diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan MISS MAS SMADA dan final lomba - lomba yang lain, seperti lomba karawitan, band, dan telling story.
Ketika proses periasan dan penataan jarit selesai, tibalah saatnya peserta diminta panitia untuk menunjukkan hasil karya mereka ke depan dewan juri dan juga teman - teman yang lain di aula. Dipenuhi dengan rasa was was, grogi, dan canggung yang tercampur menjadi satu, peserta yang menjadi model dari lomba ini mulai melenggak lenggokkan tubuhnya untuk menunjukkan hasil dari kreasi sang duo rias dan wiru jarit. Rancangan kebaya dengan kreativitas para peiwru dan perias sangat beragam, sehingga banyak yang menyulutkan pandangan juri agar terkesima dengan hasil karya mereka dan memberikan mereka nilai yang memuaskan. Walaupun ada beberapa model dengan riasan sederhana, namun juri tidak membedakan penilaian mereka dengan model yang riasannya sangat menarik untuk dipandang. Selain itu, meskipun ada beberapa model yang terlalu berlama – lama melenggak lenggokkan hasil karya sang juru rias dan pewiru, tetap saja tidak memberikan nilai negatif bagi para juri, yaitu Pak Bambang Tri Pambudi, selaku guru seni musik karawitan, dan Ibu Puji Astuti, selaku guru kimia.
Ketika semua model telah menunjukkan hasil karya sang perias dan pewiru kepada para juri dan khalayak umum yang ada di aula, mereka pun diminta kembali ke belakang panggung dan kembali ke tempat lomba untuk menunggu hasil juri yang sangat menentukan siapa saja hasil karya terbaik. Untuk pengumuman hasil karya terbaik sendiri, dibagi menjadi Juara 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba tersebut akan diumumkan sebelum MISS MASS SMADA terpilih diumumkan yang juga diikuti oleh pengumuman final lomba – lomba yang lain.
Akhirnya, setelah menunggu lama sambil menikmati beberapa sajian acara lain, tibalah pengumuman pemenang lomba wiru jarit. Dengan penuh harap dan rasa deg-degan, para peserta mendengarkan dengan seksama siapa saja yang memperoleh nilai terbaik dan menjadi yang terbaik pertama, kedua, dan juga ketiga.
Dan yang menjadi juara pertama jatuh kepada X-2, disusul kemudian XI IA 2 sebagai pemenang kedua, sedangkan XI IA 5 memperoleh juara ketiga.



0 komentar:
Post a Comment